Kamis, 04 Februari 2016

Pelangi dalam Hutan

Prolog

Seorang gadis kecil berlari-lari menembus derasnya hujan yang tengah melanda kota Yogya-karta. Ia tak membawa payung maupun jas hujan. Ia tetap berlari-lari kecil menuju rumahnya yang terletak cukup jauh dari sekolahnya yang berada di ujung kecamatan. Ia tak peduli bajunya yang mulai basah kuyup, dingin yang sudah menusuk tulang, bahkan genangan air hujan yang terus terciprat ke arahnya karena terlindas oleh ban kendaraan yang lewat. Ia tetap berlari kecil. Menginginkan suatu hal terjadi di rumahnya. Sesuatu yang amat berharga baginya pada hari ini. Bertemu ibu dan ayah serta masakan ibu yang tak pernah ia lewatkan jika ibu dan ayahnya pulang bekerja dari luar negeri.
“Aku pulang…” Suaranya yang nyaring, lembut, ingin kasih sayang hanya menggema di rumah. Tak ada siapapun kecuali dirinya sendiri dan perabot-perabot rumah. Bibinya selalu datang kerumahnya untuk membawakan makanan bagi gadis kecil. Bibinya pernah meminta gadis kecil ini untuk menginap di rumahnya saja. Tetapi tak pernah sekalipun gadis kecil ini pergi meninggalkan rumahnya. Karena ia ingin menunggu orang tuanya di rumah.
Hujan masih terdengar dengan jelas. Gadis kecil pun keluar dan bermain hujan-hujanan bersama teman-temannya yang ada di desanya tanpa mengganti baju seragam. “Ta, seragammu nanti kotor. Ganti saja dulu.” Suara teman gadis kecil mengingatkan dengan suara lantang mengalahkan suara bunyi hujan yang tak kalah kerasnya. “Nggak ah. Besok kan libur sekolah. Jadi nggak perlu repot-repot ganti.” Jawabnya tak kalah lantang daripada teman yang mengingatkan. “Terserah deh. Kalau nanti banyak noda, jangan salahkan aku atau ibuku. Aku sudah mengingatkanmu tadi. Oya, nanti ke rumahku ya. Ibuku lagi masak banyak buat tetangga.” Gadis kecil mengangguk lalu bermain lagi. Ia tahu bahwa ibu dan ayahnya tak akan pulang untuk hari ini. Jadi, mungkin besok atau besoknya lagi. Pikirnya yang sederhana. Ia tak pernah tau kenapa ibu dan ayahnya tak pernah pulang dari dulu sampai sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar